IndonesiaBeritaBursa TransferDunia

PSMS Medan Punya 5 Kisah Unik

149
×

PSMS Medan Punya 5 Kisah Unik

Sebarkan artikel ini
PSMS Medan
sumber: instagram/@official_psmsmedan

Zapbg.com- PSMS Medan punya 5 kisah unik yang membuat siapa saja tertarik untuk menyimaknya, PSMS Medan ini juga melalui kisah panjang perjalanan karier sebagai klub sepak bola. Siapa sangka, banyak rintangan dan hambatan namun PSMS Medan tetap memiliki daya juang yang tinggi hingga akhirnya berlaga di banyak pertandingan. Yuk simak 5 kisah unik yang akan saya berikan.

PSMS Medan Punya 5 Kisah Unik

1. Wujud dari Pluralisme

Berdirinya PSMS Medan ini menuai banyak perhatian karena perjalanannya melibatkan banyak suku, ras, maupun latar belakang beragam. Tanggal 21 April 1950 dan bertepatan juga dengan hari Kartini tentu menjadi momentum pahlawan yang mengesankan bagi PSMS Medan.

Total foundernya PSMS Medan juga banyak, sekitar 23 klub anggota, di dalamnya ada tim Arab, Melayu, Batak, India serta dari profesi polisi. Bersama dan seragam dalam visi misi yang sama lalu akhirnya terbentuklah PSMS Medan, lalu apakah PSMS Medan ini merupakan lanjutan dari klub yang didirikan oleh Belanda? Penulis rasa kurang tepat sebab pembentukan PSMS Medan ini berbeda momentum.

Era kolonialisme Belanda pasti ada bentukan klub sepak bola sebelum PSMS Medan seperti, Voetbal Bond Medan Organisatie (VBMO). Klub tersebut salah satu dari sekian banyak komunitas bola yang ada di tangan Belanda, saya akan sebut satu lagi Oost Sumatera Voetbal Bond (OSVB) berdiri tahun 1915. Hingga saat ini pendiri PSMS Medan hanya beberapa saja yang masih aktif, hal ini sempat booming pada masanya.

https://zapbg.com/indonesia/669/psm-makassar-bersejarah-liga/

2. Julukan PSMS Medan
The Killer pernah menjadi julukan untuk PSMS Medan yang kala itu bertanding dengan ganas, berjiwa nasionalisme dan tak kenal ampun saat melawan rival yang sekalipun berbeda negara. Banyak yang segan dan takut dengan PSMS Medan, selain tekniknya bagus, pemainnya juga memiliki marwah ke-Indonesiaan.

Prestasinya juga tergambar persis seperti julukannya, dimana era perserikatan menjadi saksi keberanian PSMS Medan. Ayam Kinantan juga menjadi daya tarik dan sebutan berikutnya untuk PSMS Medan, ada kisah di balik nama yang populer tersebut sehingga sampai sekarang masih ada yang melestarikannya.

Awalnya ada bingkisan untuk PSMS Medan berupa ayam, mereka tertarik dan sempat lebih populer saat wartawan juga turut mengamini sebutan Ayam Kinantan. Bahkan, ayam tersebut menjadi maskot seperti adanya pawai baik sebelum pertandingan maupun setelahnya untuk PSMS Medan.

https://zapbg.com/indonesia/478/4-sejarah-persija-yang-bikin-kaget/

3. PSMS Medan Beberapa Kali Terkena Denda

Pelanggaran yang terjadi oleh PSMS Medan adalah kurangnya menertibkan supporter sehingga masih berdatangan saat sedang bertemu dengan PSIM Yogyakarta. Komite Disiplin PSSI langsung turun tangan melihat kurangnya kondusif yang terjadi saat PSMS Medan menyambut klub lain di stadion. Total kerugian juga tidak kecil, mencapai belasan juta rupiah, padahal saat itu momentumnya merupakan akhir Liga 2 2023/2024.

Terulang kembali kejadian serupa dan dendanya lebih fantastis karena PSMS Medan kurang memerhatikan adanya supporter yang menyelinap masuk sebanyak 3 orang. Terlebih adanya flare juga menganggu aktivitas pertandingan, dan alhasil biaya sangsi pun bertambah juga hingga 50 juta rupiah. Tak tanggung-tanggung flare yang menyala sebanyak 5 di dalam stadion yang sedang kegiatan.

4. Prestasi PSMS Medan

Uniknya di 2024 dimana Liga 2 menjadi ajang untuk PSMS Medan ikut serta, seringkali skornya seri, meski begitu PSMS Medan memang tidak ada yang mampu menyaingi pamornya. Lulus promosi Liga 1 dengan playoff point terendah, PSMS Medan juga selalu mencetak gol yang tinggi di kandang lawan, sedangkan lawannya juga terkadang tidak mampu meraih setengahnya dari pencapaian PSMS Medan.

Perserikatan menjadi awal mula PSMS Medan menoreh prestasinya yaitu di tahun 1967 dan tahun-tahun berikutnya PSMS Medan langganan membawa harum nama klub sepak bola nasional. Totalnya sebanyak 6 kali kejuaraan, masa tersebut menjadi era kejayaan untuk PSMS Medan.

Piala Emas Bang Yos (PEBY) berhasil dimenangkan oleh PSMS Medan yang membawa pulang Piala Sutiyoso yang kala itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Piala tersebut tidak hanya sekali PSMS Medan menangkan dalam PEBY, selain PEBY PSMS Medan juga memenangkan Piala Soeratin U-17 dan menjadi juara utama perserikatan di tahun 1967.

5. Makna Atribut PSMS Medan dan Stadionnya

PSMS Medan ini memiliki simbol berupa 6 helai daun tembakau dalam satu ranting yang sama, hal ini karena kekayaan daerah di sana mayoritas perkebunan tembakau. Angka 6 mewakili jumlah para pendirinya, dan warna hijau sebagai kebanggaan PSMS Medan. Warna tersebut memiliki arti ketentraman, kedamaian, dan begitu tenang dalam menjalani segala sesuatu.

Sumber: https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/PSMS_Medan&ved=2ahUKEwjZ1ozczNOGAxV37jgGHVfCBm8QFnoECB8QAQ&usg=AOvVaw0r_6QfPTGMHYanX1j_NQBp

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *