Indonesia

Indra Sjafrie Buka Peluang Rekrut Pemain Diaspora untuk Timnas U-19 Setelah Jens Raven

63
×

Indra Sjafrie Buka Peluang Rekrut Pemain Diaspora untuk Timnas U-19 Setelah Jens Raven

Sebarkan artikel ini
Timnas U-19
Timnas Indonesia U19 melangsungkan uji coba melawan tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatera Utara di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (29/6/2024). (murianews/dok.PSSI)

zapbg.com – Indra Sjafrie sebagai pelatih timnas U-19 masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain keturunan Indonesia atau diaspora, setelah PSSI berhasil merekrut Jens Raven untuk secara resmi membela tim Garuda.

Indra menekankan bahwa proses ini memerlukan kerja sama yang erat antara dirinya dan PSSI untuk memastikan semua prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Indra menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan beberapa nama pemain yang pernah ia temui di Belanda kepada PSSI. Nama-nama tersebut kemudian akan ditelusuri oleh PSSI untuk memastikan kelengkapan administrasi dan kesesuaian dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 serta aturan FIFA.

“Kami telah memberikan beberapa nama dari semua pemain yang pernah bertemu dengan saya di Belanda. Saya sudah bicarakan dengan PSSI. Itu nanti PSSI yang menelusuri. Pertama, PSSI lah ini yang menelusuri silsilahnya. Karena saya juga mendengar ada yang tidak sesuai dengan Undang-Undang 12 tahun 2006, dan juga tidak sesuai dengan aturan FIFA. Makanya sekarang tim PSSI lagi mencoba menelusuri secara administrasi memungkinkan untuk atau tidak,” kata Indra di di Stadion Madya, Jakarta, Senin.

Indra juga menambahkan bahwa ia merekomendasikan beberapa posisi spesifik yang dianggapnya membutuhkan tambahan pemain dari diaspora.

“Saya ada merekomendasikan posisi depan satu, dan center bek satu, kalau tidak salah bek kiri satu. supaya lebih mengerucut ya. Tapi nama biar PSSI yang merilis karena nama tersebut akan muncul valid kalau setelah silahnya ditelusuri dan memang bisa untuk diproses dan orang tuanya mau untuk diproses,” tegas Indra.

Proses seleksi ini dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama untuk pemain muda berusia 18 tahun. Indra menekankan pentingnya validasi menyeluruh sebelum pemain tersebut dapat resmi bergabung dengan tim.

“Kecuali kalau pemain senior yang caps (penampilan timnas) -nya sudah banyak, profilnya sudah jelas, mungkin cepat kita menentukan dia memang pemain bagus. Tapi kalau usia-usia 18 tahun ini harus cukup hati-hati,” papar Indra.

Dengan demikian, PSSI dan Indra Sjafrie terus bekerja sama untuk memastikan bahwa pemain-pemain yang direkrut tidak hanya memiliki bakat dan kemampuan yang diperlukan, tetapi juga memenuhi semua persyaratan administrasi dan hukum yang berlaku.

Hal ini penting untuk menjaga integritas tim nasional dan memastikan bahwa setiap pemain yang bergabung dapat memberikan kontribusi maksimal bagi prestasi tim Garuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *